KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI PDF

PENDAHULUAN Masalah keamanan vaksin sebetulnya sudah sejak lama menjadi perhatian para klinis tetapi tampaknya pada masa belakangan ini menjadi lebih menonjol karena sering kali sering kali di hubungkan dengan mordibitas berbagai penyakit tertentu. Di Indonesia tidak banyak terdengar laporan kejadian yang terhubung dengan vaksin tetapi semakin lama hal itu semakin sering ditemukan dengan semakin luasnya cakupan program imunisasi, terlebih lagi dengan adanya program Pekan Imunisasi Nasional PIN dengan cakupan dan publikasi yang begitu luas masalah mordibitas yang dihubungkan dengan imunisasi semakin menjadi perhatian masyarakat luas. Karena faktor kekurangtahuan serta informasi yang tidak memadai maka mulai timbul berbagai kekhawatitran serta keengganan orang tua untuk mengikut serta kan anak nya dalam program imunisasi. Pada keadaan tertentu lama pengamatan KIPI dapat mencapai masa 42 hari arthritis kronik pasca vaksinasi rubella , atau bahkan 42 hari infeksi virus campak vaccine-strain pada pasien imunodefisiensi pasca vaksinasi campak, dan polio paralitik serta infeksi virus polio vaccine-strain pada resipien non imunodefisiensi atau resipien imunodefisiensi pasca vaksinasi polio.

Author:Bazuru Shagami
Country:Turkey
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):10 January 2013
Pages:192
PDF File Size:14.14 Mb
ePub File Size:6.41 Mb
ISBN:729-5-19153-624-9
Downloads:71544
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mitaur



Oleh Kemal Al Fajar Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum Vaksin atau suatu substansi yang diberikan saat pelaksanaan imunisasi merupakan jenis intervensi medis untuk memunculkan kekebalan terhadap kuman atau virus penyebab penyakit tertentu.

Upaya imunisasi telah terbukti secara medis efektif dalam mencegah infeksi dan kematian akibat penyakit menular. Upaya imunisasi juga merupakan hal penting dalam upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit sehingga penularan penyakit menjadi lebih jarang atau bahkan diberantas dari lingkungan masyarakat.

Meskipun demikian, masih ada sedikit peluang munculnya suatu kondisi atau reaksi tubuh setelah imunisasi yang banyak dikhawatirkan orang. Hal tersebut dikenal dengan kejadian ikutan pasca imunisasi KIPI. KIPI adalah serangkan reaksi, biasanya berupa peradangan dalam tubuh, setelah imunisasi. Untungnya, kejadian KIPI cenderung ringan dan dapat membaik dengan sendirinya.

Apa itu kejadian ikutan pasca imunisasi KIPI? KIPI adalah salah satu reaksi tubuh pasien yang tidak diinginkan yang muncul setelah pemberian vaksin. KIPI dapat terjadi dengan tanda atau kondisi yang berbeda-beda. Mulai dari gejala efek samping ringan hingga reaksi tubuh yang serius seperti anafilaktik alergi parah terhadap kandungan vaksin. Perlu diingat, KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi. Munculnya gejala ringan cenderung lebih sering terjadi dibandingkan reaksi radang atau alergi serius terhadap vaksin.

KIPI ringan bersifat lokal dapat berupa rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan di area tubuh yang mengalami infeksi setelah diberikan imunisasi. Sedangkan respon sistemik dapat berupa munculnya demam, sakit kepala, lemas, atau rasa tidak enak badan. KIPI ringan biasanya terjadi sesaat setelah diberikan vaksin dan dapat membaik dengan sangat cepat dengan pengobatan untuk mengurangi gejala ataupun tidak. Sedangkan gejala KIPI berat cenderung langka terjadi, tapi bisa menimbulkan dampak yang serius.

KIPI berat pada umumnya disebabkan oleh respon sistem imun terhadap vaksin dan menyebabkan reaksi alergi berat terhadap bahan vaksin, menurunkan trombosit, menyebabkan kejang, dan hipotonia. Semua gejala KIPI berat dapat diatasi dan sembuh secara total tanpa adanya dampak jangka panjang. Walaupun dapat terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan setelah imunisasi, pemberian substansi vaksin bukanlah satu-satunya faktor yang memunculkan KIPI.

Misalnya pembengkakan otot setelah pemberian vaksin DPT. KIPI akibat kecacatan produk — munculnya KIPI yang berkaitan dengan kualitas produk yang tidak sesuai dengan standar pembuatan vaksin oleh perusahaan yang membuatnya. Misanya seperti vaksin polio dengan kandungan virus yang masih aktif sehingga vaksin tidak memiliki kuman yang dilemahkan secara sempurna, hal ini dapat menimbulkan polio paralisis.

KIPI akibat kesalahan proses imunisasi — gejala KIPI yang disebabkan kesalahan dalam proses penanganan, penyimpanan dan penggunaan vaksin. Misalnya infeksi yang disebabkan adanya kuman lain yang ikut tercampur dan ditularkan saat pemberian vaksian. KIPI akibat respon kecemasan — terjadi saat seseorang yang akan diimunisasi terlalu cemas. Pada orang dewasa, kecemasan hanya memberikan efek yang sangat ringan. Namun, ketakutan terhadap imunisasi menjadi lebih serius pada anak-anak.

Kecemasan saat diimunisasi dapat menyebabkan anak merasa pusing, hiperventilasi , nyeri, merasakan sensasi pada mulut dan tangan mereka, hingga pingsan secara mendadak. KIPI jenis ini akan membaik dengan sendirinya ketika kecemasan sudah terkendali.

KIPI akibat kejadian koinsidental — merupakan kejadian yang diduga sebagai KIPI, tapi tidak berkaitan dengan vaksin ataupun proses pemberian imunisasi. Gejala tersebut kemungkinan sudah ada sebelum seseorang menerima imunisasi tapi baru menimbulkan gejala pada saat atau waktu yang berdekatan dengan pemberian vaksin.

Terlepas dari berbagai risiko yang dapat ditimbulkan, proses imunisasi merupakan prosedur yang aman. KIPI adalah suatu kasus yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya kondisi dan kesehatan seseorang serta proses imunisasi itu sendiri.

Gejala KIPI yang benar-benar disebabkan substansi vaksin cenderung ringan dan dapat hilang dalam waktu yang singkat.

Hal yang sebaiknya dilakukan setelah mendapatkan imunisasi Setelah diimunisasi, sebaiknya perhatikan dan pantau beberapa kondisi tubuh yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau keabnormalan pada bagian tubuh tertentu, baik itu tanda kemerahan atau rasa nyeri.

Semua gejala KIPI dapat muncul dalam hitungan menit hingga jam pasca imunisasi. Munculnya radang dan rasa nyeri setelah imunisasi bisa bertahan hingga hitungan hari. Jika tidak bertambah parah, maka gejala KIPI ringan tidak membutuhkan penanganan lanjut yang lebih serius. Namun, demam pada anak-anak perlu penanganan segera dengan cara mencukupi kebutuhan cairan dan minum obat penurun panas seperti paracetamol.

Segera laporkan dan obati segera gejala KIPI dengan intensitas berat pada fasilitas kesehatan di mana Anda memperoleh layanan imunisasi atau pelayanan kesehatan terdekat.

Sekali lagi, KIPI adalah kasus yang jarang terjadi dan kebanyakan tidak membahayakan. Risiko munculnya KIPI masih lebih ringan daripada risiko terjangkit penyakit serius yang tentu lebih mengancam nyawa.

Bila Anda masih khawatir, sebaiknya diskusikan langsung dengan dokter Anda. Share now :.

LAUSBERG HANDBOOK OF LITERARY RHETORIC PDF

Apa Itu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Berbahaya Tidak?

Usaha Perbaikan Gizi Keluarga UPGK adalah usaha perbaikan gizi masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta Senin, 01 Maret Sampai akhir tahun an di Indonesia tidak banyak terdengar laporan kejadian yang terhubung dengan vaksin tetapi semakin lama hal itu semakin sering ditemukan dengan semakin luasnya cakupan program imunisasi, terlebih lagi dengan adanya program Pekan Imunisasi Nasional PIN dengan cakupan dan publikasi yang begitu luas pada pertengahan tahun maka masalah mordibitas yang dihubungkan dengan imunisasi semakin menjadi perhatian masyarakat luas. Karena faktor kekurangtahuan serta informasi yang tidak memadai maka mulai timbul berbagai kekhawatitran serta keengganan orang tua untuk mengikut serta kan anak nya dalam program imunisasi. Induksi vaksin 4. Kecenderungan sebaliknya bila kelompok populasi lain mendapat vaksin dengan batch yang sama tapi tidak terdapat masalah atau bila sebagian populasi setempat dengan karakteristik serupa yang tidak di imunisasi tapi justru menunjukan masalah tersebut 2 Induksi vaksin Gejala KIPI karena Induksi vaksin umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan. Walaupun demikian dapat saja terjadi gejala klinis hebat seperti reaksi anafilaksis sistemik dengan resiko kematian.

74LS160D DATASHEET PDF

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Kapan Perlu Diwaspadai?

Oleh Kemal Al Fajar Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum Vaksin atau suatu substansi yang diberikan saat pelaksanaan imunisasi merupakan jenis intervensi medis untuk memunculkan kekebalan terhadap kuman atau virus penyebab penyakit tertentu. Upaya imunisasi telah terbukti secara medis efektif dalam mencegah infeksi dan kematian akibat penyakit menular. Upaya imunisasi juga merupakan hal penting dalam upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit sehingga penularan penyakit menjadi lebih jarang atau bahkan diberantas dari lingkungan masyarakat. Meskipun demikian, masih ada sedikit peluang munculnya suatu kondisi atau reaksi tubuh setelah imunisasi yang banyak dikhawatirkan orang. Hal tersebut dikenal dengan kejadian ikutan pasca imunisasi KIPI. KIPI adalah serangkan reaksi, biasanya berupa peradangan dalam tubuh, setelah imunisasi.

AKAI SG01V PDF

.

Related Articles